Selasa, 14 September 2010

e-book versus p-book

Buku elektonik (e-book) dan buku cetakan (p-book) melengkapi, bukan saling membunuh. Karena sifat keduanya berbeda, menyebabkan masing-masing punya kekurangan dan kelebihan. Sekaligus, punya pangsa pasar yang sama di satu pihak, namun di pihak lain berbeda.

Bagaimana prospek industri buku di era the new media?

Buku elektronik (e-book) pertama diperkenalkan Michael S. Hart pada 1971 dari Proyek Gutenberg. Bentuk e-book pada awalnya ialah prototipe desktop komputer notebook sebagaimana diperkenalkan Dynabook pada 1970-an di PARC yang, seperti dimaklumi, menjadi cikal bakal komputer pribadi. Gagasan yang sama juga dilontarkan Paul Drucker.

Awalnya, e-book ditulis untuk daerah khusus, dengan khalayak yang terbatas, Dimaksudkan untuk dibaca hanya oleh kelompok kecil dan setia. Ruang lingkup e-book termasuk pedoman teknis untuk hardware, teknik manufaktur, dan mata pelajaran pada umumnya.

Seiring perkembangan teknologi komunikasi, pada 1990-an, ketersediaan internet membuat orang gampang mentransfer file elektronik, termasuk e-book. Berbagai format e-book muncul dan berkembang biak, didukung beberapa perusahaan software besar, seperti Adobe dengan format PDF, selain didukung programmer independen dan open source.

Banyak orang dapat mengikuti perubahan format buku secara adaptif. Namun, tidak sedikit yang mengkhususkan diri pada satu format, sehingga mendorong fragmenting pasar e-book makin meningkat. Karena eksklusif dan terbatas penggunanya maka penulis dan pemasar e-book tidak memiliki konsensus mengenai standar kemasan, berikut bagaimana harus memasarkan e-book.

Kendati demikian, e-book terus berkembang dan bahkan membentuk pasar di kalangan penggunanya sendiri. Banyak penerbit e-book menerbitkan buku yang semula segmentasinya terbatas, perlahan-lahan masuk ranah publik.

Pada saat sama, penulis yang naskahnya ditampik penerbit menawarkan karyanya secara online sehingga dapat diketahui oleh orang lain. Tidak resmi (dan kadang-kadang tidak disensor) katalog buku disediakan melalui web, dan situs-situs yang ditujukan untuk marketing e-book mulai menyebarkan informasi tentang e-book untuk konsumsi umum.

Pada 2009, model pemasaran baru e-book berbasis hardware mulai dikembangkan. Namun, tetap saja e-book belum mencapai distribusi global seperti halnya p-book yang merasuk hingga ke desa-desa terpencil sekalipun. Dan bahkan omset penjualannya bisa menembus jutaan eksemplar.

Untuk mendukung promosi dan penjualan e-book, di Amerika Serikat, pada September 2009, Amazon dan Sony PRS-500 mengembangkan perangkat e-reading. Sementara itu, Barnes & Noble, Inc., retailer buku terbesar di AS, terus mengembangkan e-book dan coba membangun jaringan pemasaran di dunia maya.

Tak hendak kalah dalam persaingan, Apple Inc. perangkat multifungsi yang disebut iPad dan mengumumkan perjanjian dengan lima dari enam penerbit terbesar yang memungkinkan Apple mendistribusikan e-book. Namun, banyak penerbit dan penulis belum sepenuhnya didukung konsep penerbitan elektronik, baik dalam promosi, penjualan, administrasi pelanggan dan administrasi keuangan.

Pada Juli 2010, Amazon.com melaporkan penjualan e-books untuk perusahaan Kindle kalah jumlah penjualan buku hardcover untuk pertama kalinya pada kuartal kedua 2010. Dilaporkan bahwa mereka berhasil menjual 140 e-book untuk setiap 100 buku hardcover, termasuk hardcover untuk yang tidak ada edisi digitalnya. Pada bulan Juli jumlah ini meningkat menjadi 180 per 100 e-books.

Data American Association menunjukkan, penerbitan e-book baru sekitar 8,5% dari penjualan buku di Amerika pada pertengahan 2010.

Dengan demikian, di Amerika yang nota bene negara maju yang masyarakatnya melek teknologi (media) dan sudah lama berkomunikasi dan bertransaksi secara digital, keberadaan p-book masih sangat dominan.

Keunggulan dan kekurangan e-book
Keunggulan e-book, antara lain:
- mengklik (membukanya) lebih mudah dibanding p-book
- pembaca dapat sesuka hati menyesuaikan format (memperbesar ukuran font dan style, mengubah orientasi pada perangkat, memodifikasi kontras layar)
- apa yang diinginkan dapat dengan mudah dicari (misalnya, istilah khusus, definisi, bab), sering dengan hanya mengklik pada kata kunci dalam teks
- potensi untuk menambahkan multimedia (grafis, audio, video) dan hyperlink ke informasi lain, termasuk bahan referensi
- pembaca mudah mendapatkan judul hampir seketika melalui internet, termasuk yang backlisted atau out-of-print, dan ribuan yang berada dalam ranah publik
- usai dibaca mudah disimpan
- dapat dibaca dalam gelap.

Adapun kekurangannya:
- tergantung alat (komputer, laptop, jaringan internet)
- cenderung menjadi milik personal
- tidak mudah dibawa ke mana-mana (misalnya ke pantai dan kolam renang)
- melelahkan mata
- kurang prestisius karena tidak dapat dipajang dan dilihat orang.

Prospek p-book
Kebanyakan orang membaca e-book pada komputer pribadi. Namun, beberapa menggunakannya pada ponsel. Hal ini terutama dilakukan pembaca yang ingin mendapatkan informasi langsung di web. Pembaca ini juga disebut e-reader (pembaca elektronik).

Sama seperti kita punya penerbit buku di dunia nyata, kita sekarang memiliki penerbit e-book di World Wide Web (www) di dunia maya. Banyak penulis ingin memiliki versi e-book dari buku-buku mereka untuk dipublikasikan. Namun, ada juga penulis yang menentangnya. Salah satunya J.K. Rowling yang tegas menampik menerbitkan versi elektronik seri Harry Potter.

E-book memunyai pasar yang sangat luas dengan target pengguna yang besar. Inilah sebabnya, mengapa bisnis e-book bergerak pada kecepatan yang sangat luar biasa. Kita dengan mudah menemukan buku-buku elektronik. Melalui Google, mesin pencari, dalam sekejap informasi dan data apa saja dari buku dengan mudah dan cepat kita temukan.

E-book memiliki keuntungan. Misalnya, kita dapat menghemat waktu. Kita tidak perlu repot pergi ke toko, membeli buku atau membuang waktu menunggu kiriman tiba di rumah. Secara keseluruhan, ini proses yang memakan waktu. Karena waktu merupakan faktor sangat penting dalam dunia sekarang, e-book memberi solusi instan bagi manusia postmo.

Selain itu, kita juga dapat menghemat biaya karena tersedia banyak e-book di internet yang gratis. Hal yang tidak kita jumpai di dunia nyata.

Kita dapat dengan mudah mencari topik yang diinginkan di internet dan kemudian dengan mudah mendapatkan banyak e-book ihwal topik serupa. Buku elektronik juga tersedia di ponsel, karena perangkat tersebut telah menggunakan e-book yang lebih luas.

Seorang pengguna bisa mendapatkan informasi melalui e-book dari kantornya langsung di telepon genggamnya. Ini membawa revolusi dalam dunia internet dan komunikasi, sekaligus mengubah perilaku dan pola bisnis –termasuk bisnis buku.

Gejala seperti ini yang oleh Stewart Clegg (1990) disebut sebagai ciri-ciri organisasi postmodernisme. Yakni struktur fleksibel yang mensyaratkan karyawan dengan multiketerampilan yang cakap dan terus-menerus menjadi manusia pembelajar serta datangnya era perusahaan multinasional yang semakin menciutkan peran manusia dan cenderung mereduksi karyawan dengan subtitusi mesin dan alat.

Seperti koin memiliki dua sisi, e-book juga memiliki kelemahan. Misalnya, pengguna membutuhkan komputer pribadi atau ponsel untuk dapat memanfaatkannya. Data tersebut dapat hilang jika format file yang tidak didukung atau diubah dalam komputer pengguna.

Pembajakan adalah aspek yang harus dipikirkan saat berbicara mengenai e-book. E-book sering mendorong pembajakan yang pada gilirannya mengurangi keuntungan dari penerbit buku asli. Ini mungkin salah satu alasan, mengapa penulis seri Harry Potter tidak mendukung e-book.

***

Tidak ada komentar: